Komitmen SMP Negeri 12 Arut Selatan dalam upaya pencegahan Penyalahgunaan narkoba mendapat apresiasi. Sekolah yang berada di dekat komplek pemakaman SKIP, melalui program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) BNN ini ditunjuk sebagai satu-satunya SMP Role Model Pelaksana Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Advokasi Bidang Pencegahan dalam Implementasi dan Keberlanjutan Program IKAN di SMP Negeri 12 Arut Selatan, Kamis (22/10/2026) di Aula Kecamatan Arut Selatan.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Kotawaringin Barat, Jalmo Hadi Prayitno, SE., M.Si. Dalam kegiatan tersebut di hadiri Plt. Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Ibu Ngariyah,S.AP,M.M, Pengawas SMP Bapak Bambang Sugianto,S.Pd, Kepala Sekolah, Dewan guru/staf TU, Perwakilan komite, Perwakilan Pengurus FKOG, dan jajaran BNNK Kobar. Dalam Sambutannya Kepala BNNK Kobar menyampaikan pendidikan merupakan pilar utama dalam mencetak generasi emas bangsa. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, salah satunya adalah ancaman nyata dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu, melalui sinergi antara BNN dan kementrian pendidikan dasar dan menengah, kita telah meluncurkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Program ini dirancang secara strategis untuk menyisipkan nilai – nilai pencegahan narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler tanpa harus menambah beban mata pelajaran baru bagi Murid. Tujuan kegiatan evaluasi Implementasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) adalah mengukur efektivitas, ketercapaian dan dampak dari penyisipan materi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah.
Dalam Kegiatan Evaluasi menghadirkan tiga narasumber Yaitu Plt.Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat yang memaparkan Pengembangan Model Kurikulum Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN), sedangkan Kepala SMP Negeri 12 Arut Selatan memaparkan Implementasi Program IKAN dalam pencegahan narkoba yang sudah terintegrasi penuh dalam Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Integrasi tersebut dikemas dalam 6 Program Unggulan sekolah, yakni Garuda 12, Berkah 12, Berseri 12, Sejira 12, Sehati 12, dan Gelar 12. Sedangkan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN, Nevi Susanti, SH, memaparkan hasil supervisi pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler di SMP Negeri 12 Arut Selatan dalam Mata Pelajaran PJOK dan IPA yang telah mengintegrasikan materi bahaya narkoba kepada Murid, kegiatan ekstrakurikuler PMR dan Kegiatan kokurikuler Sehati 12.
Kepala BNNK Kobar, Jalmo Hadi Prayitno, menegaskan bahwa penunjukan SMP Negeri 12 Arut Selatan bukan tanpa alasan. Hasil yang dicapai sekolah tersebut sangat nyata."Dari sekolah pinggiran yang dulu kurang diminati, kini imej sekolah meningkat, SPMB naik 30 persen, disiplin siswa naik 96 persen, kemitraan semakin banyak, dan survei kepuasan orang tua terhadap program Sekolah mencapai 92 persen. Hal ini membuktikan bahwa implementasi Program IKAN berdampak pada mutu sekolah," ujarnya. Pihaknya berharap, praktik baik dari SMP Negeri 12 Arut Selatan dapat direplikasi oleh SMP lain di Kotawaringin Barat untuk mewujudkan Sekolah Bersinar, Bersih Narkoba.


